Mengenal Teknologi eSIM, Pengganti SIM Card di Era IoT

Dilansir dari berita di Telset.id, Jakarta, masa depan teknologi eSIM sebagai pengganti SIM card sudah mulai nampak, karena pihak operator mulai melirik teknologi tersebut. Dengan kemampuan yang dimilikinya, eSIM tampaknya akan sangat berguna dalam industri IoT yang saat ini mulai berkembang, dan dianggap sebagai teknologi masa depan.

Google mulai serius mengembangkan teknologi eSim. Melalui keterangan resminya, raksasa mesin pencari itu menegaskan bahwa pihaknya akan mempermudah penggunaan eSim di smartphone android.
“Untuk membuat pengalaman yang konsisten dan sederhana, kami juga membuat sebuah program yang mengizinkan pengguna Android untuk membuat ponsel yang mendukung eSIM,” tulis Google.
Selain Google, sebelumnya Apple juga sudah memperkenalkan teknologi serupa pada perangkat iPhone XS dan iPhone XS Max. Kedua ponsel tesebut akan disokong oleh kemampuan SIM Ganda melalui teknologi eSIM.
Kabarnya ada sembilan negara yang menawarkan dukungan eSIM, yakni Austria, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, India, Spanyol dan Amerika Serikat (AS).

Langkah Google dan iPhone bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh perusahaan teknologi lainnya. Lantas kalian tau ngga apa sebenarnya teknologi eSIM tersebut?

Jadi, eSIM merupakan kepanjangan dari Embedded SIM atau kartu yang tertanam. Dilansir dari MakeTechEasier, Anda tidak akan memiliki port kartu SIM di telepon, dan Anda secara fisik tidak dapat mengeluarkannya dari perangkat. eSIM terkubur di dalam motherboard dan tidak bisa dilepas. Namun, seperti kartu SIM yang dapat ditukar, Anda dapat mengubah kartu SIM ke jaringan yang berbeda jika tidak dikunci.
Dengan segudang kemampuan dan keunggulan yang dimiliki, eSIM tampaknya akan sangat berguna dalam industri IoT yang saat ini mulai berkembang. Masih ingat Iot itu apa? hmm, ayo baca artikel sebelumnya yaa

IoT adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.
eSIM dapat mempermudah sistem IoT jika ingin merubah jaringan tanpa harus membongkar perangkat. Pasalnya jika masih menggunakan kartu SIM konvensional maka butuh waktu ketika merubah jaringan dan bisa saja mengharuskan sistem untuk nonaktif sejenak.

Hal yang sama juga dapat dilakukan pihak perusahaan dalam mengelola M2M yang mereka punya. Sedangkan eSIM juga dapat mempermudah traveler dalam melakukan perjalanan antar Negara.
Terkait jaringan telekomunikasi mereka cukup melakukan pendaftaran ke operator lokal tanpa harus mencabut kartu SIM. Ini bisa menekan biaya karena selama ini harus membeli lagi kartu SIM lokal untuk berkomunikasi.