Mempermudah Pemrograman dengan Teori Psikologi

๐Ÿ’ป Dunia pemrograman seringkali membuat seseorang yang berkecimpung di dalamnya menjadi pusing dengan kode program yang dibuat. Sulit untuk mempercayai bahwa kode-kode dalam pemrograman merupakan hal yang mudah, karena pada kenyataannya pemrograman memang sulit. Namun kesulitan dalam pemrograman bisa diatasi jika paham akan bagaimana psikologi pemrograman bekerja.

๐Ÿ’ป Jika dilihat dari psikologi pemrograman, ada tiga beban kognitif yang menjadikan pemrograman menjadi sulit, yaitu beban karena hakikat permasalahan, beban karena cara menyampaikan masalah, dan beban menghafal, memahami, dan membiasakan.

๐Ÿ’ป Akar permasalahan yang paling sulit dalam pemrograman sebenarnya terletak pada beban kognitif dalam hal penyampaian masalah. Hal ini karena beban kognitif ini berhubungan erat dengan pemilihan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang bagus tentu akan dapat menyampaikan masalah dengan tepat. Namun, jangan sampai salah fokus, masalah programmer sebenarnya bukan terletak pada pemilihan bagus tidaknya bahasa pemrograman yang digunakan, tapi tentang bagaimana meminimalkan beban dan mengurangi kesulitan yang ada.

๐Ÿ’ป Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi kesulitan tersebut adalah dengan meminimalkan beban kognitif itu sendiri. Salah satunya dengan cara membagi suatu proyek pemrograman jadi bagian-bagian kecil dan bisa dikelola secara wajar, sehingga dapat meminimalkan beban seorang programmer saat menulis kode.